Materi Matriks adalah salah satu materi yang akan diajarkan di kelas 11 pada mata pelajaran matematika umum untuk kurikulum 2013. Dalam artikel ini saya akan membahas dan menjelaskan tentang operasi pada matriks. Diantara yang akan saya bahas yaitu penjumlahan dan pengurangan matriks, perkalian sekalar pada matriks, perkalian dua buah matriks dan yang terakhir transpose matriks. Silahkan simak baik-baik setiap materi yang ada di bawah ini.
Penjumlahan dan pengurangan matriks.
Dua buah matrik
bisa dijumlahkan atau dikurangkan jika kedu matriks tersebut mempunyai ordo
yang sama, dan hasil dari penjumlahan atau pengurangan kedua matriks tersebut
akan memiliki ordo yang sama juga. Pada penjumlahan atau pengurangan matriks
kita jumlahkan atau kurangkan setiap element/entry yang seletak. Agar lebih
mudah memahaminya silahkan perhatikan contoh dibawah ini!
Diketahui Matriks A berordo 3x3 dan Matriks B berordo 3x3 tentukan A+B dan A-B
Untuk lebih jelas tentang penjumlahan dan pengurangan matriks silahkan tonton videonya DISINI.
Itulah contoh dari
Penjumlahan dan pengurangan matriks. Penjumlahan matriks memiliki sifat-sifat
sebagai berikut:
a. A+B=B+A (Sifat
komutatif)
b. (A+B)+C=A+(B+C)
(Sifat asosiatif)
c. Unsur Identitas
penjumlahan, yaitu matriks O sehingga A+O=O+A=A
Perkalian skalar pada Matriks
Perkalian scalar pada
matriks secara sederhananya adalah perkalian suatu bilangan real dengan
matriks. Misalkan 3 dikalikan dengan matriks A berordo 2x2, maka hasilnya
adalah setiap element/entry dari matriks A dikalikan 3, dan ordonya akan tetap yaitu
2x2. Agar lebih mudah coba perhatikan contoh dibawah ini.
Diketahui matriks A berordo 2x2 tentukan 3A (3 dikalikan matriks A)
Perkalian dua matriks
Untuk perkalian
dua matrik ada syaratnya, matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika
jumlah kolom matriks A sama dengan jumlah Baris dari Matriks B. Atau secara
matematis Jika matriks A berordo mxp
maka matriks B harus berordo pxn, hasil
perkalian dari kedua matriks tersebut akan berordo mxn. Jika tidak memenuhi sarat tersebut maka kedua matriks tersbut
tidak bisa dikalikan. Untuk memahami perkalian dua matriks silahkan perhatikan
contoh di bawah ini.
Diketahi matriks A dan matriks B seperti di bawah ini. Matriks C adalah Hasil kali matriks A dengan matrik B. Tentukanlah matriks C.
Dari contoh soal
di atas perhatikan bahwa matriks A berordo 2x2 dan matriks Berordo 2x3,
sehingga kedua matrik tersebut bisa dikalikan karena banyak kolom dari matriks
A sama dengan banyak baris dari matriks B, dan matriks C sebagai hasil akan
berordo 2x3 (2 baris berasal dari baris matriks A dan 3 kolom berasal dari
kolom matriks B). Untuk hasil dari entry baris satu dan kolom 1 di peroleh dari
penjumlahan hasil kali baris 1 matriks A dengan kolom 1 matriks B, dan begitu
seterusnya untuk mengisi setiap entrynya.
Transpose matriks
Cara mencari transpose
matriks yaitu dengan cara menukar entry baris menjadi entry kolom, dan begitu
sebaliknya. Transpose matriks dinotasikan dengan tambahan pangkat “t” pada
notasi matriks nya. Missal matriks A, maka transposenya A pangkat t. Jika
matriks A berordo mxn maka A transpose akan berordo nxm. Agar lebih memahami
yang dimaksud dengan transpose matriks silahkan perhatikan contoh dibawah ini.
Misalkan diketahui Matriks A seperti dibawah ini, terntukanlah A transpose.





0 Response to "Pembahasan dan contoh soal operasi pada Matriks"
Posting Komentar